Rabu, 05 Maret 2014

FLUIDA

MEMAHAMI SUHU DAN KALOR, FLUIDA, MATERI DAN PERUBAHANNYA
Makalah ini di susun guna memenuhi tugas mata kuliah Pendalaman dan Pemantapan Materi Sains/IPA
Dosen Pengampu : M. Agung Rokhiawan, M. Pd





Disusun Oleh        :
1.         IKHWAN SULISTIONO           (22)
2.         KUSNADI ARIBOWO               (26)
3.         DEWI MARLINA                       ( 11 )


PPG PGMI KELAS A
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2013

ABSTRAKSI
Tulisan ini bertujuan untuk memahami bagaimana suatu kalor dapat berpindah dari suatu zat ke zat yang lain lalu beberapa zat yang ada di alam mempunyai kalor jenis tertentu.Hasil penemuan para ahli menunjukan bahwa kalor mempunyai satuan, kalor dapat mempengaruhi suhu benda, dan didalam suatu zat terdapat kalor jenis dan kapasitas kalor. Berarti kalor merupakan suatu energi yang dapat berpindah dari suatu zat ke zat lain. Dengan zat tersebut memiliki suatu kalor jenis, suatu kalor jenis itu hanya di miliki oleh  zat-zat tertentu dan salah satunya ialah air yang memiliki kalor jenis sebesar 4180 J/kg  
Aliran fluida yang melingkupi sebuah benda secara penuh akan menimbulkan tegangan pada benda tersebut, baik tegangan normal maupun tegangan geser. Tegangan normal disebabkan karena adanya tekanan dari fluida, sedangkan tegangan geser timbul akibat adanya viskositas fluida. Jika ditinjau pada aliran dua dimensi, aliran yang mengalir secara horizontal akan menimbulkan gaya drag atau gaya hambat karena arah dari gaya ini berlawanan dengan arah aliran, sedangkan aliran yang mengalir secara vertikal menimbulkan gaya lift atau gaya angkat. Gaya drag sering dianggap mengganggu, tetapi dalam situasi tertentu gaya drag justru diharapkan. Aplikasi gaya lift dapat dilihat pada penggunaan pesawat terbang dan mobil balap. Pada pesawat terbang gaya lift yang diharapkan adalah gaya lift positif, artinya gaya angkat positif. Sedangkan pada aplikasi mobil balap, gaya lift yang diharapkan adalah gaya lift negatif agar mobil tetap melaju di atas tanah.





BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pada dasarnya kehidupan manusia selama ini tidak bias terlepas dari yang namanya suhu dan kalor. Dalam kehidupan manusia yang selalu menjadikan kalor sebagai alat untuk menjaga kestabilan manusia dalm menjalankan kehidupanya di muka bumi ini. Didalam modernisasi seperti ini aplikasi kalor dibidang teknologi mungkin tidak sulit anda temukan bahkan juga mungkin terdapat dirumah kita,yaitu lemari es, suatu mesin yang diantaranya mengubah suatu air menjadi es. Aplikasi perpindahan kalor dialam dapat kita jumpai pada sirkuilasi udara di pantai. Pada siang hari bertiup angin dari laut menuju darat, disebut angin laut. Begitu pula sebaliknya pada malam hari bertiup angin dari darat menuju laut.Bagaimana air biasa menjadi es?, mengapa air laut bertiup Siang hari dan angin darat bertiup malam hari?.Hal-hal tersebut merupakan bagian-bagian daripada suhu dan kalor.
Aliran fluida yang melingkupi sebuah benda secara penuh akan menimbulkan tegangan pada benda tersebut, baik tegangan normal maupun tegangan geser. Tegangan normal disebabkan karena adanya tekanan dari fluida, sedangkan tegangan geser timbul akibat adanya viskositas fluida. Jika ditinjau pada aliran dua dimensi, aliran yang mengalir secara horizontal akan menimbulkan gaya drag atau gaya hambat karena arah dari gaya ini berlawanan dengan arah aliran, sedangkan aliran yang mengalir secara vertikal menimbulkan gaya lift atau gaya angkat. Gaya drag sering dianggap mengganggu, tetapi dalam situasi tertentu gaya drag justru diharapkan. Aplikasi gaya lift dapat dilihat pada penggunaan pesawat terbang dan mobil balap. Pada pesawat terbang gaya lift yang diharapkan adalah gaya lift positif, artinya gaya angkat positif. Sedangkan pada aplikasi mobil balap, gaya lift yang diharapkan adalah gaya lift negatif agar mobil tetap melaju di atas tanah.

B.    Rumusan Msalah
a.       Apa  pengertian dari Suhu dan Kalor itu ?
b.       Apakah perbedaan Suhu dan Kalor ?
c.        apakah pengertian dari fluida ?
d.       Apakah fluida itu?
e.        Bagaimana penerapan fluida dalam kehidupan sehari-hari?
f.        Bagaimana percobaaan fluida skala mini laboratorium?













BAB II
PEMBAHASAN
A. SUHU DAN KALOR
1. Suhu
a. Pengertian
Suhu atau temperatur benda adalah besaran yang menyatakan derajat panas suatu benda.[1] Benda yang panas memiliki suhu yang tinggi, sedangkan benda yang dingin memiliki suhu yang rendah. Perlu diketahui bahwa suhu merupakan besaran, maka yang memiliki suhu tentu benda. Misalnya suhu es yang sedang mencair, suhu air yang mendidih dan seterusnya. Jadi tidak ada suhu tempat atau ruangan, yang ada adalah suhu udara di tempat atau ruangan.
b. Alat Ukur Suhu
Ketika kita memanaskan atau mendinginkan suatu benda sampai pada suhu tertentu, bebrapa sifat fisik benda tersebut berubah. Sifat-sifat benda yang akibat berubah adanya perubahan suhu di sebut sifat termometrik. Sifat termometrik suatu zat dapat di manfaatkan sebagai suatu alat pengukur suhu. Thermometer adalah alat yang di gunakan untuk mengukur suhu atau benda. Berbagai jenis thermometer di buat berdasarkan beberapa sifat termometrik zat, seperti pemuain zat padat, pemuain zat cair, pemuain gas, tekanan zat cair, teknan udara, regangan zat padat, hambatan zat terhadap arus listrik, dan intensitas cahaya (radiasi benda).Berdasarkan sifat termomatrik zat, jenis-jenis thermometer antara lain sebagai berikut.Thermometer Zat Cair Alat ni bekerja berdasarkan prinsip bahwazat cair akan memuai (bertamba volumenya jika di panaskan).

c. Thermometer Bimetal
Alat ini bekerja berdasarkan prinsip bahwa logam akan memuai (bertambah panjang) jika di panaskan. Thermometer Hambatan Alat ini bekerja berdasar prinsi bahwa seutas kawat logam di panaskan, hambatan listriknya akan bertambah. Perubahan hambatan listrik ini kemudian di ubah ke dalam listrik. Listrik inilah yang menunjukan suhu saat itu.Temokopel Perbedaan pemuain antara dua logam yang ke dua ujungnya di sentuhkan di manfaatkan pada termokopel. Pada prinsipnya, pemuaian yang berbeda antara dua logam yang ujungnya di sentuhkan akan menghasilkan gaya gerak listrik (GGL). Besar GGL inilah yang di manfaatkan oleh termokopel untuk menunjukan suhu.[2]
d.Thermometer Gas
Bila sejumlah gas yang di panaskan volumenya di jaga tetap, tekanannya akan bertambah. Sifat termometrik. inilah yang di manfaatkan untuk mengukur suhu pada thermometer gas.
e. Pyrometer
Pyrometer bekerja dengan mengukur intensitas radiasi yang di pancarkan oleh benda yang sangat panas. Instrument pyrometer tidak menyentuh benda panas sehingga pyrometer dapat di gunakan untuk mengukur suhu yang sangat tinggi (kira-kira 5000C – 30000C) yang dapat membakar habis thermometer jenis lainnya.
Secara umum Termometer terbagi empat, yaitu Termometer Celcius,Termometer Reamur, Termometer Kelvin dan Termometer Fahrenheit.
1. Termometer Skala Celcius
Skala Celcius merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Skala ini ditetapkan oleh seorang ahli fisika berkebangsaan Swedia bernama Anders Celcius (1701 - 1744). Ia menetapkan titik beku air sama dengan 0 derajat sebagai titik tetap bahwa, dan titik didih air sama dengan 100 derajat sebagai titik tetap atas. Di antara jarak kedua titik tersebut dibagi menjadi 100 satuan derajat. Skala Celcius memiliki satuan derajat Celcius yang ditulis 0C.

2. Termometer SkalaFahrenheit
                Skala Fahrenheit ditetapkan oleh Gabriel Daniel Fahrenheit (1686 - 1736), seorang ilmuwan fisika berkebangsaan Jerman. Ia menetapkan titik beku air sama dengan 320 dan titik didih air sama dengan 2120 . Di antara jarak kedua titik tetap tersebut dibagi menjadi 180 satuan derajat. Penulisan nilai suhu, misalnya 100 derajat fahrenheit, cukup ditulis 100 0F. Skala Fahrenheit banyak dipakai dinegara-negara Eropa dan Amerika.[3]

3. Termometer Skala Reamur
                       Skala Reamur adalah skala suhu yang dinamakan oleh Rene Antoine Ferchault de Reamur, yang pertama mengusulkannnya pada 1731. Titik beku air adalah 0 derajat Reamur, titik didih air 80 derajat, serta memiliki 80 satuan derajat, penulisan nilai suhu skala Reamur, misalnya 40 dejarat Reamur, ditulis 400R skala ini mulanya dibuat dengan alkohol, jadi termometer Reamur yang dibuat dengan raksa sebenarnya bukan termometer Reamur sejati. Skala Reamur digunakan secara luas di Eropa, terutama di Perancis dan Jerman, tapi kemudian digantikan oleh Celcius. Saat ini skala Reamur jarang digunakan kecuali di Industri permen dan keju.
4. Termometer Skala Kelvin
Lord Kelvin (1824 - 1907) adalah ilmuwan berkebangsaan Inggris yang menetapkan skala Kelvin. Skala Kelvin ditetapkan berdasarkan perhitungan bahwa ada suhu minimal di alam ini. Hal tersebut didukung oleh teori kinetik partikel bahwa pada suhu nol mutlak, partikel-partikel semua zat praktis tidak bergerak. Suhu nol mutlak tersebut sama dengan -273,15 0C, biasanya dibulatkan menjadi -273 0C. Pada skala Kelvin, titik beku air adalah 273 K dan titik didihnya 373 K. Skala kelvin memiliki satuan Kelvin, ditulis 0K.[4]
b. Kalor
1). Pengertian
Kalor adalah energi yang berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah ketika kedua benda bersentuhan.[5]Kalor yang diberikan dalam sebuah benda dapat digunakan untuk 2 cara, yaitu untuk merubah wujud benda atau untuk menaikkan suhu benda itu.Besar kalor yang diberikan pada sebuah benda yang digunakan untuk menaikkan suhutergantung pada :
Ø   massa benda
Ø   kalor jenis benda
Ø  perbedaan suhu kedua benda
2). Perpindahan kalor
Perpindahan kalor dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu :
a.      Konduksi
Jika sebuahlogam yang salah satu ujungnyadipanaskandalam selang waktu tertenu, ujung lainnya pun akan terasa panas. Hal ini menunjukkan bahwa pada batang logam tersebut terjadi aliran atau perpindahan kalor dari bagian logam yang bersuhu tinggi ke bagian logam yang bersuhu rendah. Perpindahan kalor pada logam yang tidak diikuti perpindahan massa ini disebut dengan perpindahan kalor secara konduksi. Jadi konduksi adalah perpindahan kalor melalui zat perantara dan selama terjadi perpindahan kalor, tidak disertai dengan perpindahan partikel-partikel zat perantaranya.[6]
Perpindahan kalor di dalam zat padat dapat dijelaskan dengan teori atom. Atom atom dalam zat padat yang dipanaskan akan bergetar dengan kuat. Atom atom yang bergetar akan memindahkan sebagian energinya kepada atom-atom terdekat yangditumbuknya. Kemudian atom tetangga yang ditumbuk danmendapatkan kalor ini akan ikut bergetar dan menumbuk atom tetangga lainnya, demikian seterusnya sehingga terjadi perpindahan kalorDalam zat padat. Syarat terjadinya konduksi kalor suatu benda adalah adanya perbedaan suhu antar dua tempat pada benda tersebut. Kalor akan berpindah dari tempat bersuhu tinggi ke tempat bersuhu rendah. Jika suhu kedua tempat tersebut menjadi sama, maka rambatan kalor pun akan terhentiBerdasarkan kemampuan suatu zat menghantarkan kalor secara konduksi, zat dapatdigolongkan menjadi dua golongan, yaitu konduktor dan isolator. Konduktor adalah zat yang dapat menghantarkan kalor dengan baik, sedangkan isolator adalah kebalikannya, yaitu zat yang sukar menghantarkan kalor.[7] Dari hasil percobaan diperoleh bahwa perpindahan kalor secara konduksi bergantung pada jenis logam, luas penampang penghantar kalor, perbedaan suhu antar ujung-ujung logam, serta panjang penghantar yang dilalui oleh kalor tersebut.Besar kalor yang mengalir per satuan waktu pada proses konduksi ini tergantung pada :
a.       Berbanding lurus deng an luas penampang batang
b.       Berbanding lurus dengan selisih suhu kedua ujung batang, dan
c.        Berbanding terbalik dengan panjang batang
b. Konveksi
Adalah proses perpindahan panas dengan disertai aliran zat perantaranya.[8] Ada 2 jenis konveksi, yaitu konveksi alamiah dan konveksi paksa. Pada konveksi alamiah pergerakan fluida terjadi karena perbedaan massa jenis, sedangkan pada konveksi paksa terjadinya pergerakan fluida karena ada paksaan dari luar. Contoh konveksi alamiah : nyala lilin akan menimbulkan konveksi udara disekitarnya, air yang dipanaskan dalam panci, terjadinya angin laut dan angin darat, dsb. Contoh konveksi paksa : sistim pendingin mobil, pengering rambut, kipas angin, Besar laju kalor ketika sebuah benda panas memindahkan kalor ke fluida di sekitarnya adalah berbanding lurus dengan luas permukaan benda yang bersentuhan dengan fluida dan perbedaan suhu antara benda dengan fluida.
b.      Radiasi
Radiasi adalah perpindahan kalor dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Pada radiasi, kalor atau energi merambat tanpa membutuhkan zat perantara, berbeda halnya dengan konduksiatau konveksi yang selalu membutuhkan medium.[9]
B. FLUIDA
1. Pengertian fluida
Fluida adalah suatu bentuk materi yang mudah mengalir misalnya zat cair dan gas. Sifat kemudahan mengalir dan kemampuan untuk menyesuaikan dengan tempatnya berada merupakan aspek yang membedakan fluida dengan zat benda tegar.[10]
2.   Penerapan fluida dalam kehidupan sehari-hari
a.  Prinsip Kerja Hukum Bernoulli
1)       Penyemprot Parfum
Prinsip kerja Hukum Bernoulli  pada penyemprot parfum secara garis besar adalah saat botol karet yang ada di botol parfum di kemas, udara yang ada di dlamnya meluncur keluar melalui pipa bola karet tersebut. Oleh karena itu, pipa ini memiliki laju yang lebih tinggi. Laju udara yang tinggi membuat tekanan pada pipa tersebut menjadi rendah.Sementara itu udara dalam pipa di dalam botol parfum, memiliki laju yang lebih rendah dan tekanan udara dalam pipa itu lebih tinggi sehingga cairan parfum didorong keatas. Saat cairan parfum sampai di pipa selanjutnya (pipa bawah karet) udara yang melaju dalam bola karet mendorongnya keluar. Cairan parfum pun akhirnya menyembur ke tubuh. Lubang penyemprot parfum biasanya berukuran kecil sehingga cairan parfum melaju dengan cepat. Jika luas penampang kecil, fluida akan bergerak lebih cepat. Sebaliknya, ketika luas penampang besar, fluida akan bergerak pelan. Begitulah penerapan Hukum Bernoulli pada peyemprot parfum.
2)       Karburator
Karburator adalah sebuah alat yang mencampur udara dan bahan bakaruntuk sebuah mesin pembakaran dalam. Pada dasarnya karburator bekerja menggunakan Prinsip Bernoulli: “semakin cepat udara bergerak maka semakin kecil tekanan statis-nya namun makin tinggi tekanan dinamis-nya.” Pedal gas pada mobil sebenarnya tidak secara langsung mengendalikan besarnya aliran bahan bakar yang masuk kedalam ruang bakar. Pedal gas sebenarnya mengendalikan katup dalam karburator untuk menentukan besarnya aliran udara yang dapat masuk kedalam ruang bakar. Udara bergerak dalam karburator inilah yang memiliki tekanan untuk menarik serta bahan bakar masuk kedalam ruang bakar.
3)       Penyemprot Racun Serangga
Penyemprot Racun Serangga hampir sama prinsip kerjanya dengan penyemprot parfum. Jika pada penyemprot parfum Anda menekan tombol, maka pada penyemprot racun serangga Anda menekan masuk batang penghisap. Ketika bola karet diremas, udara yang ada di dalam bola karet meluncur keluar melalui pipa 1. Karenanya, udara dalam pipa 1 mempunyai laju yang lebih tinggi. Karena laju udara tinggi, maka tekanan udara pada pipa 1 menjadi rendah. Sebaliknya, udara dalam pipa 2 mempunyai laju yang lebih rendah. Tekanan udara dalam pipa 2 lebih tinggi.Akibatnya, cairan parfum didorong ke atas. Ketika si cairan parfum tiba di pipa 1, udara yang meluncur dari dalam bola karet mendorongnya keluar. Biasanya lubang berukuran kecil, sehingga parfum meluncur dengan cepat… ingat persamaan kontinuitas, kalau luas penampang kecil, maka fluida bergerak lebih cepat. Sebaliknya, kalau luas penampang pipa besar, maka fluida bergerak pelan.
4)       Penerapan pada Sedotan
Cairan apapun yang kita minum bisa masuk ke dalam mulut bukan karena kita nyedot. Prinsip om ernoulli berlaku juga untuk kasus ini. Ketika kita mengisap alias menyedot air menggunakan pipet, sebenarnya kita membuat udara dalam pipet bergerak lebih cepat. Dalam hal ini, udara dalam pipet yang nempel ke mulut kita mempunyai laju lebih tinggi. Akibatnya, tekanan udara dalam bagian pipet itu menjadi lebih kecil. Nah, udara dalam bagian pipet yang dekat dengan minuman mempunyai laju yang lebih kecil.Karena lajunya kecil, maka tekanannya lebih besar. Perbedaan tekanan udara ini yang membuat air atau minuman yang kita minum mengalir masuk ke dalam mulut kita. Dalam hal ini, cairan itu bergerak dari bagian pipet yang tekanan udara-nya tinggi menuju bagian pipet yang tekanan udara-nya rendah.
b. Prinsip kerja Hukum Archimedes
 Hukum Archimedes mengatakan bahwa “Jika suatu benda dicelupkan ke dalam sesuatu zat cair, maka benda itu akan mendapat tekanan keatas yang sama besarnya dengan beratnya zat cair yang terdesak oleh benda tersebut”. Telah sama-sama kita ketahui bahwa berat jenis air tawar adalah 1.000 kg/m3, apabila ada sebuah benda yang terbenam kedalam air tawar; maka berat benda tersebut seolah-olah akan berkurang sebesar 1.000 kg untuk setiap 1 m3 air yang dipindahkan. Konsep ini akan lebih jelas bila diterangkan dengan gambar dibawah ini.
Penerapan hukum archimedes :
1)       Hidrometer
Hidrometer merupakan alat untuk mengukur berat jenis atau massa jenis zat cair. Jika hidrometer dicelupkan ke dalam zat cair, sebagian alat tersebut akan tenggelam. Makin besar massa jenis zat cair, Makin sedikit bagian hidrometer yang tenggelam. Hidrometer banyak digunakan untuk mengetahui besar kandungan air pada bir atau susu.
Hidrometer terbuat dari tabung kaca. Supaya tabung kaca terapung
tegak dalam zat cair, bagian bawah tabung dibebani dengan butiran timbal. Diameter bagian bawah tabung kaca dibuat lebih besar supaya volume zat cair yang dipindahkan hidrometer lebih besar. Dengan demikian, dihasilkan gaya ke atas yang lebih besar dan hidrometer dapat mengapung di dalam zat cair. Tangkai tabung kaca hidrometer didesain supaya perubahan kecil dalam berat benda yang dipindahkan (sama artinya dengan perubahan kecil dalam massa jenis zat cair) menghasilkan perubahan besar pada kedalaman tangki yang tercelup di dalam zat cair. Artinya perbedaan bacaan pada skala untuk berbagai jenis zat cair menjadi lebih jelas.
2)       Jembatan Ponton
Jembatan ponton adalah kumpulan drum-drum kosong yang berjajar sehingga menyerupai jembatan. Jembatan ponton merupakan jembatan yang dibuat berdasarkan prinsip benda terapung. Drum-drum tersebut harus tertutup rapat sehingga tidak ada air yang masuk ke dalamnya. Jembatan ponton digunakan untuk keperluan darurat. Apabila air pasang, jembatan naik. Jika air surut, maka jembatan turun. Jadi, tinggi rendahnya jembatan ponton mengikuti pasang surutnya air.

3)       Kapal Laut
Pada saat kalian meletakkan sepotong besi pada bejana berisi air, besi akan tenggelam. Namun, mengapa kapal laut yang massanya sangat besar tidak tenggelam? Bagaimana konsep fisika dapat menjelaskannya? Agar kapal laut tidak tenggelam badan kapal harus dibuat berongga. hal ini bertujuan agar volume air laut yang dipindahkan oleh badan kapal menjadi lebih besar. Berdasarkan persamaan besarnya gaya apung sebanding dengan volume zat cair yang dipindahkan, sehingg gaya apungnya menjadi sangat besar. Gaya apung inilah yang mampu melawan berat kapal, sehingga kapal tetap dapat mengapung di permukaan laut.

4). Kapal Selam dan Galangan Kapal
Pada dasarnya prinsip kerja kapal selam dan galangan kapal sama. Jika kapal akan menyelam, maka air laut dimasukkan ke dalam ruang cadangan sehingga berat kapal bertambah. Pengaturan banyak sedikitnya air laut yang dimasukkan, menyebabkan kapal selam dapat menyelam pada kedalaman yang dikehendaki.
Jika akan mengapung, maka air laut dikeluarkan dari ruang cadangan. Berdasarkan konsep tekanan hidrostastis, kapal selam mempunyai batasan tertentu dalam menyelam. Jika kapal menyelam terlalu dalam, maka kapal bisa hancur karena tekanan hidrostatisnya terlalu besar. Untuk memperbaiki kerusakan kapal bagian bawah, digunakan galangan kapal. Jika kapal akan diperbaiki, galangan kapal ditenggelamkan dan kapal dimasukkan. Setelah itu galangan diapungkan. Galangan ditenggelamkan dan diapungkan dengan cara memasukkan dan mengeluarkan air laut pada ruang cadangan.

5). Balon udara
Balon udara adalah penerapan prinsip Archimedes di udara. Balon udara harus diisi dengan gas yang massa jenisnya lebih kecil dari massa jenis udara atmosfer sehingga balon udara dapat terbang karena mendapat gaya ke atas, misalnya diisi udara yang dipanaskan.

c.  Prinsip kerja hukum Hidro statis
Hukum utama hidrostatikberbunyi:
“Tekanan hidrostatik pada sembarang titik yang terletak pada bidang mendatar di dalam wadah suatu jenis zat cair sejenis dalam keadaan seimbang adalah sama”.[11]
Hukum utama hidrostatika juga berlaku pada pipa U (bejana berhubungan) yang diisi lebih dari satu macam zat cair yang tidak bercampur. Percobaan pipa U ini biasanya digunakan untuk menentukan massa jenis zat cair. Berdasarkan tekanan hidrostatik maka kita dapat menentukan besar gaya hidrostatik yang bekerja pada dasar bejana tersebut. Contoh penerapan hukum utama hidrostatik misalnya pada penggunaan water pass.[12]
Hukum utama hidrostatik tidak berlaku bila:
a.       fluida tidak setimbang,
b.       bejana diisi fluida yang berbeda,
c.        salah satu bejana ditutup.
Gaya Hidrostatik (Fh)
Besarnya gaya hidrostatik (Fh) yang bekerja pada bidang seluas A adalah:

d. Prinsip Kerja hukum Pascal
Prinsip hukum Pascal adalahtekanan yang diberikan kepada fluida tertutup diteruskan tanpa berkurang besarnya kepada setiap bagian fluida dan dinding-dinding yang berisi fluida tersebut. Hasil ini adalah suatu konsekuensi yang perlu dari hukum-hukum mekanika fluida dan bukan merupakan sebuah prinsip bebas. Bunyi hukum Pascal adalah “Tekanan yang diberikan kepada zat cair di dalam ruang tertutupditeruskan sama besar ke segala arah”.[13] Persamaannya adalah
     P  = P0 + rho. g . h

Keterangan :
P   =  Tekanan total (Pa)
P0  =  Tekanan atmosfer (Pa)
rho  =  Massa jenis zat (m/s3)
g    =  Percepatan gravitasi (m/s2)
h    =  Kedalaman (m)

Penerapan hukum pascal dalam kehidupan sehari-hari :
1). Dongkrak Hidrolik
Prinsip kerja dongkrak hidraulik adalah dengan memanfaatkan hukum Pascal. Dongkrak hidraulik terdiri dari dua tabung yang berhubungan yang memiliki diameter yang berbeda ukurannya. Masing- masig ditutup dan diisi air. Mobil diletakkan di atas tutup tabung yang berdiameter besar. Jika kita memberikan gaya yang kecil pada tabung yang berdiameter kecil, tekanan akan disebarkan secara merata ke segala arah termasuk ke tabung besar tempat diletakkan mobil (Anonim,2009a). Jika gaya F1 diberikan pada penghisap yang kecil, tekanan dalam cairan akan bertambah dengan F1/A1. Gaya ke atas yang diberikan oleh cairan pada penghisap yang lebih besar adalah penambahan tekanan ini kali luas A2. Jika gaya ini disebut F2, didapatkan F2 = (F : A1) x A2 Jika A2 jauh lebih besar dari A1, sebuah gaya yang lebih kecil (F1) dapat digunakan untuk menghasilkan gaya yang jauh lebih besar (F2) untuk mengangkat sebuah beban yang ditempatkan di penghisap yang lebih besar.

2). Rem Hidraulik
Dasar kerja pengereman adalah pemanfaatan gaya gesek dan hukum Pascal. Tenaga gerak kendaraan akan dilawan oleh tenaga gesek ini sehingga kendaraan dapat berhenti. Rem hidraulik paling banyak digunakan pada mobil-mobil penumpang dan truk ringan. Rem hidraulik memakai prinsip hukum Pascal dengan tekanan pada piston kecil akan diteruskan pada piston besar yang menahan gerak cakram. Cairan dalam piston bisa diganti apa saja. Pada rem hidraulik biasa dipakai minyak rem karena dengan minyak bisa sekaligus berfungsi melumasi piston sehingga tidak macet (segera kembali ke posisi semula jika rem dilepaskan). Bila dipakai air, dikhawatirkan akan terjadi perkaratan.



3). Pompa Hidraulik
Dalam menjalankan suatu sistem tertentu atau untuk membantu operasional dari sebuah sistem, tidak jarang kita menggunakan rangkaian hidraulik. Sebagai contoh, untuk mengangkat satu rangkaian kontainer yang memiliki beban beribu–ribu ton, untuk memermudah itu digunakanlah sistem hidraulik.
Sistem hidraulik adalah teknologi yang memanfaatkan zat cair, biasanya oli, untuk melakukan suatu gerakan segaris atau putaran. Sistem ini bekerja berdasarkan prinsip Pascal, yaitu jika suatu zat cair dikenakan tekanan, tekanan itu akan merambat ke segala arah dengan tidak bertambah atau berkurang kekuatannya. Prinsip dalam rangkaian hidraulik adalah menggunakan fluida kerja berupa zat cair yang dipindahkan dengan pompa hidraulik untuk menjalankan suatu sistem tertentu.
Pompa hidraulik menggunakan kinetik energi dari cairan yang dipompakan pada suatu kolom dan energi tersebut diberikan pukulan yang tiba-tiba menjadi energi yang berbentuk lain (energi tekan). Pompa ini berfungsi untuk mentransfer energi mekanik menjadi energi hidraulik. Pompa hidraulik bekerja dengan cara menghisap oli dari tangki hidraulik dan mendorongnya kedalam sistem hidraulik dalam bentuk aliran (flow). Aliran ini yang dimanfaatkan dengan cara merubahnya menjadi tekanan. Tekanan dihasilkan dengan cara menghambat aliran oli dalam sistem hidraulik. Hambatan ini dapat disebabkan oleh orifice, silinder, motor hidraulik, dan aktuator. Pompa hidraulik yang biasa digunakan ada dua macam yaitu positive dan nonpositive displacement pump. Ada dua macam peralatan yang biasanya digunakan dalam merubah energi hidraulik menjadi energi mekanik yaitu motor hidraulik dan aktuator. Motor hidraulik mentransfer energi hidraulik menjadi energi mekanik dengan cara memanfaatkan aliran oli dalam sistem merubahnya menjadi energi putaran yang dimanfaatkan untuk menggerakan roda, transmisi, pompa dan lain-lain.

C. MATERI DAN PERUBAHANYA
1. Materi
a.   Pengertian Materi
Materi atau zat adalah semua yang dapat kita lihat,raba, dan kita cium baunya.  Materi sangat banyak jumlahnya, dilihat dari jenis penyusunnya maka materi atau zat dapat dibedakan menjadi zat tunggal seperti tembaga,besi,aluminium, dan campuran seperti teh manis, udara dan lain-lain. Cirri-ciri dari suatu materi adalah memiliki massa dan volume.
   1).   Materi memiliki massa
Massa adalah kumpulan partikel materi yang menyusun suatu benda. Masaa mempunyai satuan yang disebut satuan massa, yaitu milligram(mg), gram (gr),atau kilogram (kg). Massa dengan berat  tidaklah sama. Massaa benda bersifat tetap selama tidak mengalami perubahan fisik (tidak ada  penambahan atau pengurangan pada benda tersebut), sedangkan berat benda berkaitan dengan gaya gravitasi.
2). Materi memiliki volume (ruang)
Sifat khas materi yang lain adalah memiliki volume (ruang). Volume mempunyai satuan milliliter (ml), liter,dll. Seperti dalam kehidupan sehari-hari jika kita membeli minyak, maka hitungannya adalah volume dari zat tersebut.
Dari 2 ciri khas tersebut, maka defenisi dari materi adalah sesuatu (benda) yang memiliki massa dan memiliki volume.

b. Klasifikasi materi
Kita dapat membuat klasifikasi materi dengan melihat jenis penyusunnya. Dilihat dari jenis penyusunnya, materi atau zat dapat dibedakan menjadi 2, yaitu zat tunggal atau sering disebut juga zat murni dan campuran. Zat tunggal atau zat murni merupakan materi  yang mempunyai sifat dan komposisi tertentu. Misalnya tembaga (Cu), besi (Fe), aluminium (Al), air (H2O), garam dapur (NaCl), gula pasir (C12H22O11) dan lain-lain. Selanjutnya zat tunggal dibedakan lagi menjadi unsur dan senyawa.
Sedangkan campuran merupakan perpaduan materi yang terdiri lebih dari satu jenis zat tunggal. Misalnya teh manis terdiri atas air, teh dan gula pasir. Caampuran dapat dibedakan menjadi campuran homogen dan campuran heterogen.
2.   Unsur
a.    Pengertian unsur
Unsur adalah suatu zat tunggal yang sudah tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana. Lambang unsur dituliskan berdasarkan nama unsur dalam bahasa latin, yaitu dengan cara menuliskan huruf capital yang sesuai dengan huruf pertama dari nama unsur tersebut. Unsur yang mempunyai huruf pertama sama, maka penulisan dilakukan dengan 2 huruf, yaitu satu capital dari huruf pertama nama unsur tersebut,diikuti dengan huruf kecil yang merupakan bagian huruf dari nama unsur yang bersangkutan.[14]
b.      Unsur dalam Kehidupan Sehari-hari
Beberapa contoh unsur yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Ø  Besi (Fe)
Besi dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Dalam bidang pertanian, besi diolah menjadi alat bantu petani sebagai cangkul,sabit,pisau, dan lain-lain. Di bidang industri besi digunakan untuk mesin-mesin produksi sebagai kerangkanya. Dalam pembangunan perumahan, sebagai penguat otot dinding bangunan dan plat cor bangunan,demikian juga dalam pembuatan kerangka jembatan, pesawat terbang, dan lain-lain.
Di alam besi terdapat dalam bentuk bijih besi. Misalnya dalam bentuk hematit(Fe2O3), magnetit (Fe2O4), limonit (Fe(OH)) dan siderite (FeCO3).[15]
Ø  Aluminium (Al)
Logam aluminium banyak digunakan sebagai kawat kabel listrik, bahan pesawat terbang,kemasan pembungkus makanan agar lebih awet, aliminium foil. Di alam aluminium terdapat dalam bentuk bijih. Bijih aluminium dikenal dengan nama bauksit (Al2O3.nH2O). kriolit (Na3AlF6), kaolin atau tanah liat (Al2O3. 2SiO2. 2H2O), dan tawas (K2SO4. Al(SO4)3. 24H2O).
Ø  Tembaga (Cu)
Dalam kehidupan sehari-hari logam tersebut dimanfaatkan sebagai kabel kawat listrik karena mempunyai sifat penghantar yang sangat baik, selongsong peluru, bahan dasar mata uang logam, dan berbagai lat rumah tangga. Di alam, tembaga terdapat dalam bijih besi kalkopirit (cupryte) Cu2O dan malasit Cu2CO3(OH)2.
c.      Lambang Unsur
Lambang unsur yang dipakai sampai saat ini diusulkan oleh J.J. Berzeliuss (1779-1848) seorang warga negara swedia tepatnya pada tahun 1814. Lambang unsur yang diusulkan diambil dari huruf-huruf yang terdapat pada nama latin unsure itu sendiri.
Aturan penulisan lambang unsur adalah sebagai berikut:
a.       Lambang unsur yang terdiri atas satu huruf ditulis dengan huruf besar, yang diambil dari huruf pertama dari nama latinnya.
b.       Lambang unsur yang terdiri atas dua huruf, ditulis dengan huruf besar yang diambil dari huruf pertama, diikuti dengan huruf kecil yang diambil dari salah satu huruf dalam nama latin tersebut.
c.        Lambang unsur yang terdiri atas tiga huruf(merupakan unsur temuan baru).
3.    Senyawa
a.   Pengertian Senyawa
Senyawa adalah zat tunggal atau zat murni yang terdiri atas lebih dari satu unsur, yang masih dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana. Sifat senyawa berbeda dengan sifat unsure-unsur yang dikandungnya. Misalnya garam dapur (NaCl) sangat bermanfaat bagi kehidupan, tetapi unsur-unsur pembentuknya natrium dan klorin sangat berbahaya. Unsur natrium (Na) sangat reaktif bereaksi dengan air dan dapat menimbulkan ledakan sedangkan klorin (Cl) merupakan zat yang beracun.

b.   Senyawa dalam kehidupan sehari-hari
Beberapa contoh senyawa dalam kehidupan sehari-hari antara lainair ( H2O), air kapur (Ca(OH)2), sernyawa dari besi seperti hematit (Fe2O3), pirit (FeS), siderit (FeCO3), gula pasir (C12H22O11), pupuk urea (CO(NH2)2), asam cuka (CH3COOH), dan sebagainya.

No
Senyawa
Rumus
Manfaat
1.
Asam asetat
CH3COOH
Cuka makan
2.
Amoniak
NH3
Pupuk
3.
Asam askorbat
C6H8O6
VitaminC
4.
Kalsium karbonat
CaCO3
Bahan bangunan
5.
Soda kue
NaHCO3
Membuat roti
6.
Karbon dioksida
CO2
Penyegar minuman
7.
Aspirin
C9H8O4
Mengurangi rasa sakit
8.
Magnesium hidroksida
Mg(OH)2
Obat penawar asam
9.
Asam klorida
HCl
 Pembersih lantai
10.
Natrium klorida
NaCl
 Garam dapur
11.
Natrium hidroksida
NaOH
Pengering
4. Campuran
a.      Pengertian campuran
Telah diuraikan di atas bahwa terbentuknya campuran jika dua atau lebih zat tunggal bercampur, tanpa disertai terjadinya reaksi kimia. Seperti teh manis yang merupakan campuran dari air,teh, dan gula pasir atau air garam yang merupakan campuran antara air dan garam. Di samping itu, campuran antara pasir dan air atau pasir dengan gula juga dinamakan dengan campuran.
b.      Penggolongan campuran
Dilihat dari ukuran partikelnya, campuran dibedakan menjadi dua yaitu campuran yang homogen atau larutan dan campuran heterogen atau disebut campuran. Campuran homogen atau larutan mempunyai ukuran partikel yang sangat halus atau kecil sehingga sukar dibedakan, sedangkan campuran heterogen mempunyai ukuran partikel yang relatif besar.
a). Larutan (campuran homogen)
Larutan dikatakan sebagai campuran yang homogeny(homo: sejenis,sama), karena secara fisik zat tunggal yang menyusun campuran tersebut tidak nampak. Di alam larutan tidak harusberwujud cairan, namun dapat pula berwujud padat, misalnya emas,perhiasan,kuningan, dan perunggu. Larutan dapat pula berwujud gas, misalnya campuran udara bersih antara gas nitrogen dan gas oksigen. Kunci dari suatu larutan adalah ukuran partikelnya yang sangat kecil. Karena begitu kecilnya pertikel, maka terlihat bahwa setiap bagian atau komposisi dari larutan itu terlihat sama atau serba sama. Larutan  oralit terbentuk oleh air, gula dan garam. Pada larutan ini komponen penyusunnya tidak nampak.[16]
b). Campuran heterogen
Campuran heterogen atau campuran, merupakan kumpulan dari beberapa zat tunggal yang masing-masing sifat zat tunggal dalam campuran tersebut masih terlihat ukuran partikel dalam campuran tersebut relatif besar sehingga komponen-komponen dalam campuran tersebut dapat dibedakan.
Contoh campuran pasir dan air. Dalam capuran pasir dalam air, terlihat bahwa sifat dan bentuk air masih kelihatan, walaupun menjadi keruh, demikian pula sifat dan wujud pasir juga nampak. Setiap bagian yang diamati akan nampak perbedaan komposisi dari penyusun campuran itu serta komponen-komponen penyusun campuran masih dapat diamati dengan jelas.[17]

5. Perubahan Materi
Perubahan materi dapat terjadi melalui dua macam, yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia.
a. Perubahan Fisika
Perubahan fisika adalah perubahan pada zat yang tidak menghasilkan zat jenis baru.
Contohnya beras yang ditumbuk menjadi tepung.Beras yang ditumbuk menjadi tepung, hanya menunjukkan bentuk dan ukuran yang berubah, tetapi sifat molekul zat pada beras dan tepung tetap sama.
Peristiwa perubahan wujud zat, antara lain : menguap, mengembun, mencair, membeku, menyublim, mengkristal merupakan perubahan fisika.[18]
Terdapat beberapa ciri- ciri pada perubahan fisika, yaitu:
  1. tidak terbentuk zat jenis baru,
  2. zat yang berubah dapat kembali ke bentuk semula,
  3. hanya diikuti perubahan sifat fisika saja.
Perubahan fisika yang lainnya adalah perubahan bentuk, perubahan ukuran, dan perubahan warna. Pada perubahan ini, memungkinkan kita mendapatkan kembali materi semula, namun tidak semuanya dalam bentuk yang utuh. Misalnya, gelas yang pecah. Pada gelas tersebut terjadi perubahan fisika meskipun wujudnya bukan gelas lagi. Hanya wujud fisiknya saja yang berubah,dan tidak terjadi perubahan sifat, gelas yang pecah masih memiliki sifat dasarnya (gelas kaca memiliki sifat seperti kaca begitu pula dengan gelas kaca yang pecah).
b.  Perubahan Kimia
Perubahan kimia adalah perubahan materi yang menghasilkan zat jenis baru. Misalnya pada saat membakar kertas. Setelah kertas tersebut habis terbakar akan terdapat abu yang diperoleh akibat proses pembakaran. Kertas sebelum dibakar memiliki sifat yang berbeda dengan kertas sesudah dibakar.
Perubahan kimia disebut juga reaksi kimia. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak reaksi kimia yang terjadi secara alamiah atau yang dibuat manusia.
Terdapat beberapa ciri-ciri perubahan kimia suatu zat, yaitu:
1.       terbentuk zat jenis baru,
2.       zat yang berubah tidak dapat kembali ke bentuk semula,
3.       diikuti oleh perubahan sifat kimia melalui reaksi kimia.
Selama terjadi perubahan kimia, massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah reaksi.
Seperti halnya perubahan fisika, perubahan kimia juga dapat kita amati di alam dan lingkungan sekitar kita. Berdasarkan faktor penyebabnya perubahan kimia dapat dibedakan menjadi lima kelompok, yaitu :
1.       Proses pembakaran, contohnya kayu yang dibakar, bom meledak dan lilin yang dibakar.
2.       Proses peragian, contohnya perubahan susu menjadi keju, singkong menjadi tape dan kedelai menjadi tempe.
3.       Proses kerusakan, contohnya pelapukan kayu, pembusukan sampah dan perkaratan besi.
4.       Proses biologis mahluk hidup, contohnya proses fotosintesis, proses pencernaan makanan dan proses pernafasan.
5.       Proses pertumbuhan dan  perkembangan mahluk hidup, contohnya tumbuhnya seorang bayi menjadi dewasa.
Ciri-ciri yang mengindikasikan adanya perubahan kimia adalah adanya perubahan warna, perubahan bau, pembentukan gas, timbulnya cahaya, pembentukan endapan baru,  dan perubahan pH.
Perubahan materi ini dapat diketahui dari perbedaan keadaan awal dan keadaan akhir materi setelah mengalami perubahan. Keadaan yang dimaksud meliputi sifat-sifat maupun strukturnya. Materi dapat dikenali berdasarkan sifat-sifat fisika maupun sifat-sifat kimianya. Yang termasuk sifat-sifat fisika antara lain wujud, warna, titik leleh, titik didih, dan kelarutan. Sifat-sifat kimia materi didasarkan pada kemampuannya dalam melakukan perubahan atau reaksi kimia.[19]




BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan materi diatas Suhu atau temperatur benda adalah besaran yang menyatakan derajat panas suatu benda. Benda yang panas eememiliki suhu yang tinggi, sedangkan benda yang dinginkan memiliki suhu yang rendah.
 Kalor adalah energi yang berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah ketika kedua benda bersentuhan.
Besar kalor yang diberikan pada sebuah benda yang digunakan untuk menaikkan suhu tergantung pada :
a.       massa benda
b.       kalor jenis benda
c.        perbedaan suhu kedua benda
Perpindahan kalor dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu :
a.                   Konduksi
b.                   Konveksi
c.                    Radiasi
Kesimpulan yang dapat diambil tentang fluida adalah bahwa semakin tinggi lubang, maka waktu yang dibutuhkan untuk fluida mengalir semakin lama, begitu juga sebaliknya semakin rendah lubang maka waktu yang dibutuhkan untuk fluida mengalir lebih cepat. Hal ini disebabkan karena volume airdari masing-masing ketinggian lubang berbeda, dimana fluida pada lubang keempat(h terbesar) paling besar dan volume fluida pada lubang pertama (h terkecil) paling kecil.
            Pada standar kompetensi pembahasan Benda dan Sifatnya, kita dapat menyimpulkan bahwa benda dapat mengalami perubahan karena berbagai peristiwa. Benda dapat berubah ukuran, bentuk, warna atau rasanya. Karena perubahan itu pulalah kita dapat memanfaatkan benda tersebut menjadi sesuatu yang berguna.
Dari pemaparan tentang perubahan wujud diatas, dapat kita ketahui bahwa perubahan dapat terjadi melalui dua cara yaitu perubahan wusjud yang bersifat kimiawi dan perubahan wujud yang bersifat fisika.
Perubahan materi ini dapat diketahui dari perbedaan keadaan awal dan keadaan akhir materi setelah mengalami perubahan. Keadaan yang dimaksud meliputi sifat-sifat maupun strukturnya. Materi dapat dikenali berdasarkan sifat-sifat fisika maupun sifat-sifat kimianya. Yang termasuk sifat-sifat fisika antara lain wujud, warna, titik leleh, titik didih, dan kelarutan. Sifat-sifat kimia materi didasarkan pada kemampuannya dalam melakukan perubahan atau reaksi kimia.











DAFTAR PUSTAKA

Bandura,A. (1969).fisika alam.jakarta: erlangga
Budi Wahyono, setyo Nurachmandani;Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD dan MI kelas IV;Jakarta;Pusat Perbukuan Dep Dik Nas;2008.hlm 98
Fauziah Nenen, dkk. 2009. IPA untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta : Pusat Perbukuan Depdiknas.
Firmansyah, Aak. 2002. Pengaruh suhu terhadap pertumbuhan Kedelai. Kanisius.
Yogyakarta
Handayani Sri dan Ari Damari. 2009. Fisika untuk SMA/MA kelsa X.. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
Harnanto Ari dan Ruminten.2009.  Kimia SMA/MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan Depdiknas.
Harnanto Ari dan Ruminten. 2009. Kimia SMA/MA kelas XII. Jakara : Pusat Perbukuan Depdiknas.
______________________. 2009. Kimia SMA/MA kelas XII. Jakara : Pusat Perbukuan Depdiknas.
Http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/1935231-suhu-dan kalor
Joko Nugroho, Fisika Untuk SMA/MA kelas X;(jakarta PT Erlangga :2006)
Karyono, Fisika untuk  SMA dan MA kelas X, (jakarta:pusat perbukuan depdiknas.2009).
Nufus Nurhayati dan A Furqon AS. 2009. Fisika SMA/MA kelas X..Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
___________________________. 2009. Fisika SMA/MA kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
Nurracmandani Setya. 2009. Fisika untuk SMA/MA  kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
__________________. 2009. Fisika untuk SMA/MA  kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
___________________. 2009. Fisika untuk SMA/MA  kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
Nurracmandani Setya. 2009. Fisika 2 untuk SMA/MA  kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
Sarwono, dkk. 2009. Fisika 2 Mudah dan Sederhana kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
Sumarsono Joko. 2008. Fisika untuk SMA/MA kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
_____________. 2008. Fisika untuk SMA/MA kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
Utama Budi, dkk. 2009. Kimia SMA/MA kelas X.. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
__________, dkk. 2009.  Kimia SMA/MA kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.   
Supiyanto, Fisika untuk SMA/MA Kelas X jilid 1;(jakarta, PT.Phibeta Aneka Gama 2006)




[1] Supiyanto, Fisika untuk SMA/MA Kelas X jilid 1;(jakarta,PT.Phibeta Aneka Gama 2006) hal.140
[2]Supiyanto, Fisika untuk SMA/MA Kelas X jilid 1;(jakarta, PT.Phibeta Aneka Gama 2006) hal.140

[3]Nurracmandani Setya. 2009. Fisika 2 untuk SMA/MA  kelas XI.. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas. Hlm 193-195

[5]Joko Nugroho, Fisika Untuk SMA/MA kelas X;(jakarta PT Erlangga :2006) hal.81-83

[6] Karyono, Fisika untuk  SMA dan MA kelas X, (jakarta:pusat perbukuan depdiknas.2009) hlm. 121.
[7]Sarwono, dkk. 2009. Fisika 2 Mudah dan Sederhana kelas X.. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas. Hlm 135

[8]Budi Wahyono, setyo Nurachmandani;Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD dan MI kelas IV;Jakarta;Pusat Perbukuan Dep Dik Nas;2008.hlm 98
[12]Karyono, Fisika untuk  SMA dan MA kelas X, (jakarta:pusat perbukuan depdiknas.2009) hlm. 121.

[13]Supiyanto; Fisika Untuk SMA/MA Kelas X Jilid 1.hlm 110.
[14]Utama Budi, dkk. 2009. Kimia SMA/MA kelas X.. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas. Hlm 23

[15]Utama Budi, dkk. 2009. Kimia SMA/MA kelas X.. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar